SURABAYA (13/2/26)– Biro Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur kembali menjadi pusat perhatian sebagai role model tata kelola pengadaan nasional. Kali ini Bagian Pengadaan Barang jasa dan Administrasi Pembangunan Sekretariat daerah Kota Madiun melakukan studi tiru diPemprov Jatim dalam keberhasilannya mengimplementasikan Konsolidasi Pengadaan Kertas menjadi magnet bagi berbagai instansi daerah untuk melakukan studi tiru.Strategi konsolidasi pengadaan, khususnya pada komoditas kertas, dinilai sebagai langkah revolusioner dalam memangkas birokrasi dan mengoptimalkan penggunaan APBD. Dengan menggabungkan kebutuhan kertas dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi satu paket besar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil mendapatkan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan pembelian retail secara terpisah
Kepala Biro PBJ Setdaprov Jatim menyampaikan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar menggabungkan pesanan, tetapi juga memanfaatkan E-Katalog Lokal secara maksimal.
"Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki nilai manfaat yang optimal (value for money). Melalui konsolidasi kertas ini, kita tidak hanya bicara soal harga murah, tapi juga soal transparansi dan akuntabilitas proses yang bisa dipantau secara real-time melalui sistem elektronik," ujarnya.
Bagian Pengadaan Barang jasa dan Administrasi Pembangunan Sekretariat daerah Kota Madiun memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan infrastruktur digital dan kematangan regulasi internal yang dimiliki Jawa Timur. Mereka berharap hasil kunjungan ini dapat segera diadaptasi di daerah masing-masing untuk mendorong efisiensi serupa.Melalui langkah konsisten ini, Biro PBJ Jatim membuktikan bahwa inovasi pengadaan bukan hanya soal teknologi, melainkan strategi manajerial yang cerdas untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.